-->

iklan bawah header

Fitur ISS (Idling Stop System): Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja ISS pada Motor Matic

Idling Stop System - Bagi kebanyakan orang, memiliki sepeda motor sudah menjadi kebutuhan wajib yang akan membantu kegiatan maupun mobilisasi. Karena banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan seperti itu kini membuat produsen semakin mengembangkan produksinya dari fitur keunggulan yang membedakan antar kompetitor. 

Jenis sepeda motor yang kita temui saat sangat beragam. Namun untuk jenis sepeda motor matik merupakan salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Sepeda motor matic memiliki banyak keunggulan yang membuat banyak orang memilihnya. 

Kini, salah teknologi modern dan canggih telah banyak digunakan pada sepeda motor matik. Salah satunya adalah teknologi ISS atau Idling Stop System. Adanya teknologi canggih ini membuat sepeda motor matic semakin unggul dalam beberapa hal.

 

PENGERTIAN IDLING STOP SYSTEM (ISS)

Teknologi Idling Stop System adalah suatu sistem pada kendaraan yang berguna untuk mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak atau saat berhenti di lampu merah. Kelebihan dari ISS ini dapat mengurangi konsumsi pemakaian bahan bakar dan menurunkan emisi gas buang kendaraan. Sehingga kinerja mesin akan lebih efisien, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.


KOMPONEN IDLING STOP SYSTEM

ISS atau Idling Stop System bekerja dengan didukung berbagai komponen dan sensor pada sepeda moto. Untuk komponen non-sensor yang membantu dalam kerja adalah idling stop switch, stand-by indicator, dan engine control module (ECM). Sedangkan untuk sensor injeksi didukung oleh ECT sensor (Engine Coolant Temp), VS sensor (Vehicle Speed), dan TP sensor (Throttle Position). Sehingga apabila salah satu komponen tersebut bermasalah atau rusak dapat mempengaruhi kerja ISS.


SYARAT IDLING STOP SYSTEM BEKERJA

Berikut ini merupakan syarat agar teknologi Idling Stop bekerja: 

  • Pastikan tombol Idling Stop pada posisi “Idling Stop” 
  • Putaran mesin standar 1700 rpm +/- 100 
  • Temperatur mesin melebihi 60 derajat celcius 
  • Motor telah mencapai kecepatan melebihi 10 km/jam 
  • Handle gas (throttle) dalam posisi tertutup penuh 
  • Motor dalam kondisi berhenti setidaknya 3 detik

Setelah VS sensor dan ECT sensor akan memberikan sinyal ke ECM untuk bersiaga, sehingga ketika motor berhenti lebih dari 3 detik, mesin akan mati. Saat mesin mati ditandai dengan indikator ISS menyala kedip pada spidometer. Pada proses ini posisi piston juga akan melakukan kerja swing back atau kembali dalam kondisi tidak melakukan kompresi. Hal ini berjuan agar tidak ada beban yang terlalu berat saat mesin menyala kembali saat handle gas diputar. 

Saat handle diputar maka mesin akan menyala kembali, Hal ini peran TP sensor yang menjadi peranan penting. Ketika handle gas diputar, TP sensor memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan mesin agar menyala kembali. Jadi tidak perlu menekan tombol starter lagi, cukup dengan memutar hande gas saja. 

Salah satu komponen yang wajib ada pada sistem Idling Stop System adalah ACG starter, perangkat starter yang sekaligus menjadi altenator pada motor. Pada ACG starter tidak ada lagi dinamo starter konvensional dan mekanisme gigi penggeraknya, sehingga proses menyalakan mesin jadi lebih halus dan mudah.


CARA MENGAKTIFKAN IDLING STOP SYSTEM

Cara Mengaktifkan Teknologi Idling Stop System adalah dengan mengubah posisi button switch ke kondisi Idling Stop (klik ke bawah). Maka, lampu hijau yang terdapat pada speedometer akan menyala secara otomatis, Hal ini tanda bahwa sistem ISS sudah dapat bekerja. Ketika motor berhenti selama 3 detik dan sistem ISS berfungsi, maka lampu hijau tersebut akan berkedip, sebelum nantinya akan menyala sempurna kembali saat menarik handle gas.


KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN IDLING STOP SYSTEM

Saat digunakan di daerah padat padat, keunggulan teknis dari sepeda motor matic ini semakin terlihat jelas. Inilah mengapa kebanyakan orang memilih menggunakan sepeda motor matic. Keunggulan teknologi ISS adalah menghemat bahan bakar saat Anda berhenti. Selain itu, keunggulan lainnya adalah dapat mengurangi gas buang dan tentunya ramah lingkungan.

Kelebihan dengan adanya teknologi ISS adalah mampu menghemat pemakaian bahan bakar saat berhenti sejenak. Selain itu, kelebihan lain yang tak kalah hebat adalah dapat mengurangi emisi gas buang sehingga tentunya akan ramah lingkungan. 

Pada Honda, dengan adanya teknologi ISS pada motor Vario terbaru, jumlah emisi gas buang bahan bakar yang berhasil berkurang mencapai 7% dibandingkan dengan Honda Vario Techno keluaran lama (tanpa ISS) berdasarkan pengujian oleh Honda menggunakan metode ECE R40. 

Sedangkan kekurangan dari teknolosi sistem ISS ini antara adalah aki motor yang mudah tekor atau boros pemakaian, karena dengan adanya sistem ini maka kendaraan melakukan start dan stop lebih banyak. Pemakaian aki yang lebih sering yang berujung membuatnya tekor. Bahkan apabila kualitas aki tidak bagus akan mudah cepat rusak. Oleh karena itu, pentingnya pemilihan merk aki terbaik agar teknologi ISS bisa bekerja secara maksimal. Sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya kembali untuk gonta-ganti aki dengan jangka waktu cepat.


Demikian pembahasan kali ini mengenai teknologi ISS (Idling Stop System) pada kendaraan matic. Semoga dapat bermanfaat dalam belajar teknologi otomotif.

Salam Teknika!

0 Response to "Fitur ISS (Idling Stop System): Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja ISS pada Motor Matic "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel